Jalan Lingkar Luar Barat dan JLB

Jalan Lingkar Luar Barat dan Lingkar Barat Sidoarjo apa bedanya? Berikut sedikit penjelasan yang saya ambil dari beberapa sumber termasuk dari web dprd-sidoarjokab.go.id (Oleh Humas DPRD Sidoarjo tgl. Nov 12, 2012)

Jalur Lingkar Barat (JLB)
Pemkab Siapkan Anggaran Rp 105 Miliar untuk merealisasikan Jalur Lingkar Barat (JLB) yang selama ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di Sidoarjo, akan selesai pembangunannya di tahun 2014.

Kepadatan lalu lintas di Jalur Lingkar Barat (JLB) yang belum selesai di Desa Sepande Kecamatan Candi. Tahun 2014 Pemkab Sidoarjo targetkan JLB tuntas. Proyek yang perencanaannya dibuat pada tahun 2008 ini memang khusus untuk memecah kemacetan yang sering terjadi di Sidoarjo. Nantinya jalur ini akan tembus ke Tanggulangin.

Pembangunan JLB ini ada beberaa kendala. Selain masalah pendanaan, pembebasan lahan yang belum kelar menjadi kendala tersendiri. Pembebasan lahan menjadi persoalan yang rumit.

Banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati daerah tersebut juga menjadi pemikiran Dinas PU binamarga. Namun Pemkab Sidoarjo sudah memikirkan untuk merelokasi PKL. Nantinya mereka akan ada tempat sendiri supaya tidak mengganggu pengguna jalan lain.

Hingga saat ini pembangunan JLB sudah mencapi 50 persen.
Jalur Lingkar Barat (JLB)
Jalur Lingkar Barat (JLB)


Jalan Lingkar Luar Barat


Jalan Lingkar Luar Barat Sidoarjo Terancam Batal

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sidoarjo tak berkutik, Rencana pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat Sidoarjo (JLLBS) terpaksa dibatalkan karena melanggar rencana tata ruang wilayah (RTRW).

Sepanjang jalan yang menghubungkan Kecamatan Porong dan Kecamatan Krian itu merupakan lahan hijau yang tidak boleh digunakan untuk bangunan atau jalan. Untuk merealisasikan JLLBS menunggu perubahan RTRW dulu. Jalan lingkar luar barat sidoarjo yang panjangnya direncanakan mencapai 17 kilometer tersebut sebenarnya sudah direncanakan beberapa tahun lalu. Pihaknya juga telah melakukan sharing dengan pengusaha untuk ikut berperan serta dalam pembangunan jalan tersebut.

Salah satu faktor yang menjadi kendala jalan lingkar luar barat tersebut yakni karena lahan yang akan digunakan untuk jalan itu masuk dalam lahan hijau RTRW Sidoarjo. Jika nantinya tetap dibangun namun di masing-masing sisi jalan tidak bisa dibangun apapun akan sia-sia. Pembangunan jalan dari Porong yang akan tembus ke by pass Krian tersebut idealnya di beberapa sisi jalan dibangun untuk sejumlah investasi bagi Sidoarjo. Diantaranya pabrik dan bangunan lain.

Karena aturan lahan hijau dalam RTRW ya tidak bisa, jika jalan tetap dibangun tak bisa ada bangunan di kiri dan kanannya. Sesuai Perda RTRW 2009 bahwa ada 16 ribu hektare khusus untuk lahan hijau. Namun pada 2013 ini sudah menyusut hingga menjadi 12 ribu hektare. Padahal, idealnya lahan hijau tersebut mencapai angka 30% dari total lahan di Sidoarjo yang mencapai 72 ribu hektare. Sedangkan jalan lingkar luar barat fungsinya juga sangat besar.

Yakni untuk memecah kemacetan kendaraan yang menghubungkan Porong ke Krian. Sigit mengaku, masih menunggu pada 2014 nanti kemungkinan ada evaluasi tentang RTRW. Evaluasi itu nantinya diharapkan bisa mengubah RTRW tentang lahan hijau.


Bangun Jalan Baru sampai Jalan Lingkar Timur

Jalan Raya Kemiri akan ditembuskan Pemkab Sidoarjo menuju akses Jalan Lingkar Timur yang fungsinya memecah arus kemacetan lalu lintas di dalam kota, Minggu (31/3/2013).

Pemkab Sidoarjo tahun ini berencana membangun jalan baru di Desa Kemiri, Kecamatan Sidoarjo menuju Jalan Lingkar Timur (JLT). Pembangunan jalan baru ini juga akan disambungkan dengan frontage road dari Waru ke Sidoarjo.

Jalan yang akan dibangun itu dari Jl Jenggolo tepatnya di Pos Polisi Jenggolo ke arah timur lewat Desa Kemiri kemudian tembus ke JLT. Lebar jalan rencananya 10 meter dan lahan yang akan dilewati sudah banyak yang dibebaskan.

Menurutnya, pembangunan jalan baru itu sangat banyak fungsinya. Pertama bisa memecah kepadatan arus lalu lintas di dalam kota sehingga pengguna jalan bisa memilih kemudahan akses. Kedua, membuka perekonomian di sekitar Desa Kemiri.

Rencana membuat jalan tembus menuju JLT itu sebenarnya sudah tiga tahun lalu tapi baru direalisasikan tahun 2013. Jalan yang ada itu, rencananya dibuat dua jalur (arah timur dan barat) sehingga jalan yang ada memudahkan masyarakat untuk memilih.

Terkait ada beberapa lahan milik pengembang perumahan yang terkena, pihaknya sudah koordinasi karena keberadaan jalan ini untuk kepentingan umum. Pengembang sendiri juga diuntungkan karena sudah ada akses jalan yang bisa dilewati.

Pembangunan jalan tembus itu nantinya akan menyambung dengan Frontage Road Sidoarjo - Waru yang kini mulai dikerjakan. Lahan untuk frontage road sendiri, Pemkab Sidoarjo masih mengandalkan hibah tanah milik perusahaan. Selama ini, lahan yang sudah dihibahkan adalah milik PT Maspion II dan III serta Perumahan Puri Surya Jaya di Gedangan.

Selama ini, pada jam sibuk atau jam kerja kondisi arus lalu lintas di Sidoarjo utamanya di Jl A Yani padat merayap. Kepadatan arus lalu lintas ini, memunculkan kekhawatiran jika sampai terjadi kecelakaan karena kendaraan yang lewat tak ada hentinya.


JLB, JLT DAN FRONTAGE ROAD

Dinas PU Bina Marga Pemeritah Kabupaten Sidoarjo tahun 2013 ini, memiliki target yang luar biasa besar bagi kebutuhan dasar masyarakat dan perkembangan perekonomian. Yakni, dengan melakukan  perbaikan dan peningkatan jalan, serta meneruskan pembangunan jalan baru yang belum selesai. Selain itu juga menyelesaikan perbaikan jalan yang rusak di tahun 2012 sekitar 85,47 kilometer dari panjang jalan beraspal 942,38 kilometer.

Tidak hanya itu, dinas ini juga memiliki target lain. Yaitu melanjutkan pembangunan Jl. Lingkar Barat (JLB), memperlebar Jl. Lingkar Timur (JLT), dan Frontage Road.

Sedangkan untuk JLB nya, saat ini memang sudah berfungsi, antara Jl. Mayjen Sungkono, hingga Sumokali. Nantinya jalan ini akan dikoneksikan dengan arteri primer yang baru di Ketapang, Tanggulangin, termasuk melebarkan kawasan Pagerwojo, mulai dari SD Negeri Pagerwojo hingga ke Pondok Queen Aflah.

Dalam pembangunannya nanti, akan dibarengkan dengan usaha pelebaran jalan di JLT. Sebab Pemkab Sidoarjo sudah dipastikan mendapatkan kucuran dana APBN sebesar Rp 6 miliar untuk peningkatan jalannya.

Pembangunan dua ruas jalan tersebut, akan semakin lengkap dengan dibangunnya frontage road di sisi timur jalur rel kereta api mulai Waru hingga Sidoarjo.

Saat ini, sudah ada lahan sekitar 10 kilometer dari Waru hingga Sidoarjo untuk frontage road dengan lebar 10 meter. Ada sekitar 70 persen yang disediakan industri, 30 persen milik pribadi atau perorangan. Kedepan Dinas PU Bina Marga berharap bisa memanfaatkan milik industry lebih dahulu.

Pembangunan ini akan dilaksanakan bertahap. Misalnya jalan kecil akan dilebarkan, termasuk jalan-jalan yang dikeluhkan masyarakat sebagai akses atau alternatif untuk mengurangi kemacetan di jalan utama, seperti Jalan Tanjekwagir, Krembung, maupun yang ada di Tarik, dan Balongbendo, agar akses keluar daerah sekitarnya juga bagus dan lancar.


Sumber :
http :// dprd-sidoarjokab.go.id/jalur-lingkar-barat-kelar-2014. html
https :// www.facebook.com/InformasiSidoarjo/posts/608775632504467
http :// binamarga.sidoarjokab.go.id/targetkan-jalan-perekonomian-percepat-jlb-jlt-dan-frontage-road/

http :// surabaya.tribunnews.com/2013/03/31/pecahkan-kemacetan-pemkab-sidoarjo-bangun-jalan-baru



0 Response to "Jalan Lingkar Luar Barat dan JLB"

Post a Comment

Thank You